Minggu, 30 Oktober 2011


Sabtu, 29 Oktober 2011
Hidayatullah.com—Perayaan Idul Adha kali ini nampaknya akan semarak. Karena pelaksanaan shalat Idul Adha yang jatuh pada hari Ahad 6 November 2011 diperkirakan kompak. Sedangkan pelaksanaan wukuf para jemaah haji di tanah suci, atau yang sering disebut hari Arafah, jatuh pada Sabtu 5 November.

Keputusan ini berdasarkan hasil sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag) Jumat malam dibacakan oleh Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Kemenag H. Mubarok.

Sidang itsbat yang dihadiri berbagai organisasi massa Islam seperti Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, Persis, Jamiyatul Washliyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah dan lain-lain tak ada perbedaan.

"Atas nama pribadi dan Kementerian Agama kami menyampaikan selamat Idul Adha 1432 Hijriyah," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Bahrul Hayat yang mewakili Menteri Agama saat memimpin sidang di Jakarta. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Agama RI nomor 192 tahun 2011 tentang penetapan 1 Dzulhijjah 1432 H.

Ketua Badan Hisab dan Rukyat Ahmad Jauhari melaporkan, ijtima` menjelang awal Dzulhijjah 1432H jatuh pada Kamis 27 Oktober bertepatan dengan 29 Dzulqlaidah sekitar pukul 02.56 dan saat matahari terbenam posisi hilal di seluruh Indonesia sudah di atas ufuk dengan ketinggian antara 4 derajat 25 menit sampai 6 derajat 34 menit.

Disebutkan, dari 46 lokasi pengamatan hilal atau rukyatul hilal, ada tiga lokasi yang menyatakan melihat hilal atau bulan baru. Tiga titik tersebut yaitu di Condongdipo, Gresik Jawa Timur, BasMall Kembangan, Jakarta Barat dan Mahad Al Husniyah Cakung, Jakarta Timur.
"Mereka yang menyatakan telah melihat hilal telah disumpah oleh Hakim pada Pengadilan Agama setempat," kata Jauhari.

Sementara itu, Deputi Bidang Sains, Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengatakan, secara astronomi ketinggian hilal di seluruh Indonesia cukup tinggi sekitar enam derajat.
"Hilal cukup tinggi, rukyat tidak perlu menggunakan alat. Namun demikian penentuan tidak bisa hanya berdasarkan observasi ilmiah, tetap harus berdasarkan kesepakatan," katanya.

Ia bersyukur bahwa ormas Islam kompak pada Idul Adha tahun ini, disebabkan semua kriteria yang ada di Indonesia menyimpulkan hal sama.*

Seluruh Cagub Aceh Lulus Uji Baca Al Quran




 
Kamis, 27 Oktober 2011
Hidayatullah.com-- Enam calon gubernur/wakil gubernur Aceh yang maju pada pemilihan kepala daerah (pilkada) Aceh 2011, oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh dinyatakan lulus uji mampu baca Al Quran.

“Keputusan dewan juri menyatakan keenam kandidat dikategorikan mampu membaca Al Quran. Dengan demikian keenamnya dinyatakan lulus,” kata Ketua Pokja Uji Mampu Baca Al Quran KIP Aceh, Teungku Akmal Abzal dalam konferensi pers di Media Center KIP, Rabu (26/10/2011).

Tes mampu baca al Quran ini disiarkan langsung stasiun TVRI Banda Aceh, Radio Republik Indonesia (RRI) Banda Aceh dan Radio Baiturrahman. Siaran ulang juga disiarkan Aceh TV pada Rabu sore dan malam.

Menurut pantauan laman Serambi Indonesia, acara test baca Al Quran ini diikuti masyarakat luas. Masyarakat berkumpul di depan TV di tempat-tempat umum dan perkantoran. Mereka memberikan respon atas apa yang mereka lihat. Berbagai komentar dilontarkan mengenai kemampuan masing-masing kandidat.

Masing-masing kandidat membaca enam ayat di juz 1-29 dan satu surah di Juz Amma (juz 30). Teuku Suriansyah mendapat giliran pertama, disusul Irwandi Yusuf, Muhyan Yunan, Muhammad Nazar, dan Nova Iriansyah. Kandidat paling akhir yaitu Teungku Ahmad Tajuddin (Abi Lampisang).

Di antara para kandidat yang tampil, Muhammad Nazar yang kini menjabat sebagai Wagub Aceh, mendapat sambutan hangat dari jamaah pengunjung masjid. Suara tepukan tangan pengunjung Masjid Raya Baiturrahman terdengar sesaat Nazar usai melantunkan ayat suci Al Quran di depan dewan juri.

Sempat juga terdengar “Allah, Allah” begitu Nazar usai membacakan “Bismillah” dengan gaya ala qari. Kandidat lain yang juga mendapat apresiasi dari pengunjung, yakni Teungku Ahmad Tajuddin (Abi Lampisang). Pimpinan pesantren Lembaga Pendidikan Islam Dayah Almuhajirin Tgk Chiek Diujeuen Lampisang Tunong, Seulimuem, Aceh Besar itu mendapat giliran terakhir membacakan enam ayat suci Al Quran, surah An-Nahl dan An-Nur, serta satu surah di Juz Amma yaitu Al-A’la.

Tiga kandidat gugur

Ketua Pokja Uji Mampu Baca Al Quran KIP Aceh Teungku Akmal Abzal menyebutkan, KIP tidak melakukan koreksi dan intervensi terhadap hasil uji mampu baca al Quran para kandidat ini.

“Dewan juri telah melakukan penilaiannya,” kata Akmal.  “Mengenai penentuan siapa nilai tertinggi atau terendah, itu ranahnya dewan juri. KIP sama sekali tidak terlibat,” ujarnya.

Akmal menyebutkan, dari 17 kabupaten/kota yang menyelenggarakan pilkada, empat daerah, yaitu Aceh Jaya, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Lhokseumawe, melaksanakan uji baca al Quran hari Kamis (27/10/2011). 13 daerah yang sudah melaksanakan uji mampu baca Al Quran, hanya Aceh Utara yang belum mengumumkan hasilnya.

Dari 13 kabupaten/kota tersebut, tiga kandidat dinyatakan tidak lolos. “Satu orang di Aceh Singkil, satu di Aceh Timur, dan satu di Aceh Barat Daya,” kata Akmal.

Dia menyebutkan, kandidat di Aceh Singkil yang tidak lolos baca Al Quran karena yang bersangkutan menolak untuk mengikuti tes. “Ini merupakan salah satu syarat yang wajib diikuti. Kalau tidak ikut, maka yang bersangkutan dinyatakan gugur,” tambahnya.*

Keterangan foto (dari atas kiri): Muhammad Nazar, Irwandi Yusuf, Tgk. Ahmad Tajudin, Nova Iriansyah, Muhyan Yunan, Teuku Suriansyah. Foto: Serambi .

Hidayat Nur Wahid Capres Ungguli Surya Paloh


 
Sabtu, 29 Oktober 2011
Hidayatullah.com--Anggota Dewan Pakar PKS, Agoes Kooshartoro merespon positif hasil survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) tentang Calon Presiden (Capres) 2014. "Nama Hidayat Nur Wahid muncul dalam urutan ke-6 dengan dukungan 3,8%. Di atas Surya Paloh (2,3%), Sri Mulyani Indrawati (2,0%), Kristiani Herawati Yudhoyono (1,6%). Bahkan lebih populer daripada Hatta Radjasa (1,6%), Anas Urbaningrum (1,5%), Sutanto (0,2%), Djoko Suyanto (0,2%)."Memang masih jauh dibanding Megawati (19,6%), Prabowo Subianto (10,8%), Aburizal Bakrie (8,9%), Wiranto (7,3%), Sri Sultan Hamengkubuwono (6,5%). Itu menunjukkan publik menerima figur PKS yg tenang, rasional, kompeten di bidangnya.
Hidayat Nur Wahid (HNW) selaku Ketua BKSAP berperan menggolkan Ketua DPR RI sebagai Presiden Parlemen Islam (OKI) dengan lobi internasional. Ia bukan sosok yang vulgar dan suka ancam-mengancam atau memancing kontraversi," ungkap Agoes.Ia menyesalkan sikap sebagian elite PKS yang keras menjelang reshuffle kabinet, sehingg menimbulkan persepsi buruk masyarakat.Direktur Center for Indonesian Reform (CIR), Sapto Waluyo melihat peluang mencuatnya figur PKS atau tampilnya tokoh baru masih terbuka, karena responden yang bekum memutuskan sikap besar (33,8%).
"Tokoh potensial lain dari PKS adalah Tifatul Sembiring yang sangat populer, di kalangan politisi yang aktif sosial-media, akun @tifsembiring paling banyak followernya: 275.464.
Tingkat elektabilitas PKS, menurut Reform Institute juga cukup tinggi (7,36 %) di bawah Golkar (18,16 %), PD (14,13 %) dan PDIP (14,08 %). Sementara yang lain: Gerindra (5,12 %), PKB (4,33 %), PAN (3,83 %) dan PPP (2,64 %)."Tapi, sebaliknya menurut JSI posisi PKS (3,9 %) merosot ke ranking 7, jauh di bawah  PD (18,2 %), (15,1), PDIP (12,6). Bahkan, masih di bawah PAN (4,2), PPP (4,1), dan PKB (4,1). Ini merupakn warning keras agar elite PKS meperbaiki komunikasi politik yang buruk, karena tidak hanya merusak hubungan dengan partai lain/ormas, juga menimbulkn kegalauan di kalangan kader/simpatisan. PKS belum punya basis sosial yang kokoh, mayoritas pemilihnya kalangan urban+ terdidik, sehingga sangat kritis dengan isu/perilaku kontroversial," ujar Sapto. *

Mufti Mesir Sambut Baik Normalisasi Hubungan Teheran-Kairo


Ahad, 30 Oktober 2011

Hidayatullah.com--Mufti Mesir Syeikh Ali Jum'ah menyoroti perlunya membina hubungan yang baik antara Teheran dengan Kairo, sebab menurutnya akan menguntungkan dunia Muslim. "Dimulainya kembali dan dinormalkannya hubungan ini, tidak diragukan lagi akan memberikan manfaat bagi dunia Islam dan Muslim," kata Syeikh Jum'ah kepada kantor berita Fars, Sabtu (29/10/2011) sebagaimana dilansir Al Mishry Al Yaum.
Menurutnya, harus dibedakan antara pernyataan dan tindakan dari segelintir pihak yang ingin memelintir perbedaan dan ketegangan antar kelompok Muslim, dengan kebanyakan Muslim lain yang menginginkan adanya persatuan di dalam dunia Islam.
Iran dan Mesir memutuskan hubungan pada tahun 1980, menyusul terjadinya revolusi di Iran dan pengakuan Mesir atas Israel. Kedua negara itu kemudian bersaing berebut pengaruh di Timur Tengah. Mesir sudah lama menjadi sekutu Amerika Serikat dan Israel. Namun, sejak Husni Mubarak mengundurkan diri dari kursi kepresidenan pada 11 Februari lalu, tanda-tanda menunjukkan hubungan Teheran dan Kairo mulai menghangat.
Setelah rezim Mubarak dilengserkan, para pejabat Iran dan Mesir mengutarakan maksud mereka untuk memulai kembali hubungan diplomatik kedua negara. Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi secara resmi mengundang sejawatnya Nabil Al Araby untuk mengunjungi Teheran.*

Ibu Muda Mulai Gemar Memberikan ASI


Ahad, 30 Oktober 2011
Hidayatullah.com--Aktivitas menyusui bayi dinilai mulai digemari kalangan ibu muda, hal itu disampaikan Ketua Cabang Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Jawa Tengah Rachmadhani, sebagaimana dilansir Antaranews Ahad (30/10/2011).

Rachmadhani menambahkan saat ini sudah banyak ibu muda yang terus melanjutkan memberikan ASI meskipun sudah masuk kerja dengan cara memeras susu di kantor.

Ketua Sentra Laktasi Indonesia Utami Roesli dalam acara ulang tahun ke delapan program studi ilmu gizi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, di Semarang, Sabtu, mengatakan, "Saya melihat ibu dan ayah muda sudah sadar pentingnya memberikan ASI dan inisiasi menyusui dini adalah keharusan."

Dalam kesempatan sama, Ketua Cabang Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Jawa Tengah Rachmadhani menjelaskan indikator dari banyaknya ibu muda mulai mengemari memberikan ASI dapat terlihat dari data yang dimiliki AIMI dan antusiasnya para ibu hamil serta ibu menyusui untuk mengikuti kelas pendidikan inisiasi menyusui dini. "Kelas edukasi hingga saat ini sudah ada di 12 kota dan untuk di Jateng yakni Semarang, Surakarta, Purwokerto, Tegal, dan Yogyakarta," katanya.
Data dari Dinkes Jateng juga menyebutkan bahwa pencapaian sasaran ASI ekslusif dari tahun 2007 terus mengalami peningkatan yakni dari 27,35 persen (2007); 28,82 persen (2008), 40,06 persen (2009), dan 52,3 persen (2010). Rachmadhani menambahkan biasanya untuk awal menyusui yang tertunda dikarenakan tidak adanya inisiasi menyusui dini, antara ibu dan bayi tidak dirawat gabung, bayi sudah diberikan susu formula, bayi sudah diberi botol dot, dan ibu tidak mendapat rujukan yang tepat untuk membantu dalam hal menyusui.
Begitu juga sesampai di rumah permasalahan yang biasa muncul ibu stres dan tidak percaya diri, puting lecet, bayi bingung puting, bayi nangis terus, ibu tidak tahu harus meminta bantuan ke mana, serta ibu memutuskan menambah susu formula sampai akhirnya berhenti menyusui. "Kami dari IAMI berharap jumlah ibu memberikan ASI semakin banyak dan hal tersebut dapat didukung dengan regulasi dan kebijakan tertulis yang mendukung ibu menyusui," katanya.
Banyak manfaat yang akan dirasakan oleh ibu maupun bayi dengan pemberian ASI di antaranya untuk risiko terkena kanker berkurang delapan kali dibanding yang tidak memberikan dan tidak mendapatkan ASI. Bayi yang mendapatkan ASI akan memiliki daya tahan tubuh lebih bagus dan mengurangi gizi buruk, sedangkan pada ibu akan mendapatkan kualitas hidup lebih baik di hari tuanya (risiko untuk terkena kencing manis, stres, dan tulang keropos akan jauh lebih sedikit dibanding yang tidak memberikan ASI-nya).*

Perpus Israel Simpan Ribuan Manuskrip Warisan Islam


Sabtu, 29 Oktober 2011
Hidayatullah.com--Perpustakaan Nasional Israel menyimpan koleksi referensi, manuskrip, dan mushaf langka umat Islam. Hal memicu kontroversi tentang bagaimana cara Israel mendapatkan sejumlah besar warisan Islam tersebut. Demikian lansir Al Jazeera.
Di dalam perpustakaan tersebut terdapat sebuah mushaf yang bertanggalkan 1.200 tahun lalu, tertulis dengan khat Kufi dan dihiasi dengan ukiran Islami dengan emas murni. Ada juga tedapat mushaf pribadi milik Sultan Salim I yang dicetak di Persia pada 600 tahun lalu.
Perpustakaan Israel itu juga menyimpan kitab langka yang menggabungkan tiga surat milik Ibnu Taimiyah yang ditulis oleh salah satu murid beliau. Selain itu juga terdapat kitab-kitab dalam bahasa Turki dan Persia.Tercatat jumlah mushaf, kitab dan manuskrip yang ada di perpustakaan Nasional Israel tersebut sebanyak 1.184 buah. Semuanya dikumpulkan oleh peneliti Yahudi dalam sejarah Islam yang bernama Abraham Halobrehma, setelah runtuhnya Daulah Utsmaniyah.
Penanggung jawab perpustakaan, Rakhil Bochelis mengatakan bahwa manuskrip-manuskrip tersebut berasal dari abad ke-9 Masehi, yang dibeli oleh Abraham dari Kairo setelah runtuhnya Daulah Islamiyah.
Namun Kepala Bagian Manuskrip di Masjid Al-Aqsha, Najih Bakirat, menjelaskan bahwa manuskrip dan mushaf-mushaf tersebut telah dicuri dari Museum Irak di Baghdad, setelah jatuhnya kekuasaan Saddam Husein ke tangan Amerika Serikat pada tahun 2003.
Para pakar menegaskan bahwa Perpustakaan Nasional Israel menyimpan ratusan ribu kitab dan ribuan manuskrip yang berkaitan dengan sejarah Islam.*

Awas! Produk Zaitun Italia Beracun

Senin, 31 Oktober 2011

Hidayatullah.com--Sejumlah produk zaitun asal Italia ditarik peredarannya di Arab Saudi, menyusul terjadinya kematian seorang wanita di Finlandia akibat keracunan. Demikian Arab News melaporkan, Senin (31/10/2011).
Korban diyakini keracunanan botulinum dan Rapid Alert System for Food and Feed (RASFF) Eropa telah memperingatkan para konsumen.
Di Arab Saudi, lewat situsnya Otoritas Makanan dan Obat-Obatan Saudi telah memperingatkan bahaya produk zaitun Italia kepada para konsumen.
Menurut seorang pejabat di Otoritas Makanan dan Obat-Obatan, warga Saudi merupakan salah satu konsumen produk zaitun mentah dan olahan, serta minyak zaitun terbesar.
Menurut laporan media Swedia, YLE, dua orang di Finlandia didiagnosa terkena botulisme. Mereka dikabarkan mengkonsumsi zaitun produk Gaudiano yang berisi kacang almond. Hasil tes laboratorium membenarkan bahwa kemasan dari zaitun yang dikonsumsi kedua orang itu mengandung racun botulinum. Jika seseorang keracunan botulinum, maka ia akan mengalami gangguan pada sistem saraf dan sulit bernapas, jika tidak segera ditangani.
Otoritas Makanan dan Obat-Obatan Saudi telah memerintahkan penarikan produk zaitun dari Gaudiano Bio dari seluruh toko yang menjualnya.
Pada musim haji seperti ini, sebagian jamaah haji Indonesia menjadikan produk zaitun sebagai salah satu buah tangan yang dibawa dari Arab Saudi. Dengan adanya kasus tersebut, kiranya jamaah haji Indonesia juga perlu berhati-hati.*

Keterangan foto: Produk Zaitun dengan isi kacang almond produksi Gaudiano Bio, Italia.