Ahad, 30 Oktober 2011
Hidayatullah.com--Mufti
Mesir Syeikh Ali Jum'ah menyoroti perlunya membina hubungan yang baik
antara Teheran dengan Kairo, sebab menurutnya akan menguntungkan dunia
Muslim. "Dimulainya kembali dan dinormalkannya hubungan ini,
tidak diragukan lagi akan memberikan manfaat bagi dunia Islam dan
Muslim," kata Syeikh Jum'ah kepada kantor berita Fars, Sabtu (29/10/2011) sebagaimana dilansir Al Mishry Al Yaum.
Menurutnya, harus dibedakan antara pernyataan dan tindakan dari
segelintir pihak yang ingin memelintir perbedaan dan ketegangan antar
kelompok Muslim, dengan kebanyakan Muslim lain yang menginginkan adanya
persatuan di dalam dunia Islam.
Iran dan Mesir memutuskan
hubungan pada tahun 1980, menyusul terjadinya revolusi di Iran dan
pengakuan Mesir atas Israel. Kedua negara itu kemudian bersaing berebut
pengaruh di Timur Tengah. Mesir sudah lama menjadi sekutu
Amerika Serikat dan Israel. Namun, sejak Husni Mubarak mengundurkan
diri dari kursi kepresidenan pada 11 Februari lalu, tanda-tanda
menunjukkan hubungan Teheran dan Kairo mulai menghangat.
Setelah rezim Mubarak dilengserkan, para pejabat Iran dan Mesir
mengutarakan maksud mereka untuk memulai kembali hubungan diplomatik
kedua negara. Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi secara resmi
mengundang sejawatnya Nabil Al Araby untuk mengunjungi Teheran.*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar